Skip links

Kualitas Sangat Penting Untuk Pengecer Produk Segar untuk Kepuasan Pelanggan

Jika Anda di bisnis retail untuk produk pisang segar – online atau di toko Anda, maka sebaiknya produk Anda tersebut menjadi yang terbaik.

Sebuah laporan McKinsey mengatakan kualitas produk segar lebih penting bagi konsumen daripada harga. Tidak semua buah dan sayuran yang Anda jual adalah produk impor. Produk tersebut hanya beberapa item utama yang dibeli dan dianggap penting oleh sebagian besar pelanggan Anda.

Misalnya, di Jerman, kualitas tomat paling penting bagi konsumen. Selama tomat itu bagus, pelanggan lebih cenderung merekomendasikan usaha retail Anda kepada orang lain.

Anda menarik lebih banyak pembeli dengan kualitas.

Ini disebut Halo Effect..

Bagaimana konsumen memandang beberapa buah dan sayuran penting memengaruhi opini mereka tentang keseluruhan toko. Itulah sebabnya Kellogg membuat keputusan cerdas untuk menempatkan kotak sereal mereka di samping lorong produk segar. Mereka berharap untuk mengasosiasikan sereal mereka dengan persepsi positif orang tentang produk segar.

Pikirkan tentang itu.

Kapan seseorang meminta rekomendasi toko kelontong dari Anda, mana yang muncul di benak Anda? Apakah e-grocer yang menawarkan diskon paling banyak? Atau pengecer yang memiliki beras terbaik?

Kualitas mendorong kepuasan pelanggan.

Tidak selalu produk segar disertai dengan kualitas bagus. Bagi 78% pembeli, buah dan sayuran berkualitas tinggi adalah alasan utama memilih toko grosir utama mereka.

Pelanggan ingat ketika sayuran berdaun renyah dan keras, dan pisang berwarna kuning seragam. Ini adalah pengalaman yang memuaskan, dan meninggalkan kesan yang tak terhapuskan dalam pikiran pelanggan.

(sumber: FMI Grocery Shopper Trend Report)

Bahkan nama-nama besar seperti Walmart dan Flipkart Group paham dengan kondisi ini.

Untuk memastikan akses ke produk segar berkualitas baik bagi konsumen, mereka melakukan investasi kedua di NinjaCart. Konektivitas supply chain kurang dari 12 jam dari pertanian ke toko platform mereka yang menawarkan jaminan bahwa kualitas produk lebih unggul.

Kebalikannya juga benar.

Satu pengalaman buruk dengan kualitas buah dan sayuran membuat pembeli tidak tertarik. Dua pengalaman buruk dan mereka meninggalkan toko. Penelitian Vision Critical mengatakan 42% orang Amerika berhenti berbelanja setelah dua pengalaman layanan yang buruk.

Jadi, semakin baik kualitas produk segar Anda, semakin tinggi kepuasan pelanggan dan semakin tinggi penjualan Anda.

COVID-19 menggarisbawahi fakta ini. Keyakinan bahwa asupan buah dan sayuran setiap hari meningkatkan tingkat kekebalan meningkatkan permintaan produk segar yang unggul dari pedagang eceran.

Berinvestasi dalam kualitas produk segar.

Kualitas merupakan tantangan bagi sebagian besar sektor. Dalam dunia produk segar, ini adalah salah satu yang terbesar. Dengan buah-buahan dan sayuran, bahkan kesalahan langkah sekecil apa pun dapat menurunkan penjualan pengecer karena kepuasan pelanggan menurun.

Artinya, memeriksa dan menyortir kualitas baik dari buruk adalah tugas paling penting bagi pengecer makanan mana pun.

Tetapi melakukan semua pekerjaan itu dengan tangan itu sulit, memakan waktu, dan penuh dengan kesalahan. Itu berarti konsumsi tenaga kerja dan peningkatan biaya overhead.

Jadi, upaya apa yang harus dilakukan dalam bisnis makanan Anda? Nah, berinvestasi dalam mendigitalkan kualitas produk segar adalah jawabannya!